8 Permainan Anak Usia Emas (DIY)



Kehadiran seorang anak di tengah keluarga merupakan sebuah anugerah yang indah dari Sang Pencipta. Oleh karena itu, orang tua memiliki peranan penting dalam membentuk karakter anak menjadi baik dan unggul.


Tak hanya itu, setiap orang tua harus benar-benar memahami potensi yang ada di dalam anak. Semua anak terlahir istimewa dengan keunikan masing-masing, sehingga seorang anak tidak dapat diberi label pintar, kurang pintar, atau yang lainnya.


Setiap anak memiliki kecerdasan masing-masing dan orang tua harus jeli melihat hal tersebut. Karena mengasah kecerdasan anak sedini mungkin merupakan investasi yang baik di masa depan.


Menurut penelitian usia 1 – 5 tahun merupakan usia emas (golden age) bagi seorang anak. Di mana usia tersebut, kita dapat menstimulasi anak melalui ransangan (stimulasi) fisik, motorik, lingkungan, berpikir melakukan sesuatu dan emosional.


Kecenderungan orang tua melupakan masa emas ini, alhasil banyak anak ‘dipaksa’ untuk menguasai banyak hal tanpa membuat fondasi yang kuat di usia emasnya. Sedari itu, sebelum terlambat mari menyadari betapa penting dan berharganya usia balita buah hati kita.





Menurut Howard Gardner, “tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan.


Howard juga menyatakan bahwa kecerdasan bukanlah suatu yang bersifat tetap, ia adalah kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan.






Kecerdasan di atas dimiliki oleh setiap anak, namun ada yang menonjol ada juga yang tidak. Untuk itu, kita mengamati tipe kecerdasan apa yang paling dominan sehingga kita dapat memberikan stimulasi yang tepat dalam rangka mendukung dan mengembangkannya.


Saya sangat bersyukur sedari dini sudah peka terhadap kecerdasan buah hati saya yang kini beranjak 2,5 tahun. Alhasil, selama 1 (satu) tahun belakangan memantau bahkan membuat catatan perkembangannya. Hal ini memudahkan saya menentukan jenis stimulasi apa yang diberikan.


Selain musik, buku, serta pengajaran rohani, saya juga memberikan mainan yang sesuai dengan kecerdasan serta minat si kecil. Terkait dengan permainan, sedari dulu saya mengajarkan bahwa mainan tidak selamanya harus ke luar dari toko dan berbentuk elektronik.


Saya mengajarkan si kecil bahwa mainan juga dapat dibuat dari barang bekas dan memiliki nilai edukasi. Sehingga, kebanyakan permainan si kecil merupakan hasil kerajinan tangan sendiri yang aman serta nyaman dimainkan di rumah.


Sebagai IRT yang juga harus mengatur keuangan rumah tangga, membuat mainan sendiri memiliki nilai saving yang baik. Bukan berarti pelit atau menghemat, namun pengeluaran tersebut lebih baik ditabung untuk pendidikannya di masa depan.




Berikut 8 (delapan) permainan terbuat dari barang bekas, dapat melatih kecerdasan buah hati kita di usia emasnya:

    1. Marble Maze

Usia Anak:
·        2 – 5 Tahun.
·        Didampingi orang tua/orang dewasa.




Cara Membuat:
·        Tutupi kotak bekas dengan kertas jeruk.
·        Gunting sedotan bentuk kecil, sedang dan panjang.
·        Susun dan tempel sedotan menyerupai labirin di atas kotak.
·        Tulis ‘Start’ di bagian bawah kotak dan ‘Goal’ di bagian atas kotak.
·        Letakkan kelereng di dalam kotak dan mainkan.





Tujuan Permainan:
·        Menstimulus kecerdasan kinestik, visual dan spasial dan intrapersonal.
·        Melatih cara berpikir dan memecahkan jalan keluar.
·        Melatih emosional dalam menjalankan kelereng menuju ‘Goal’.





Biaya:
+/- Rp8.000,-



    2. Family Frame

Usia Anak:
Ø 1,5 – 4 Tahun.
Ø Didampingi orang tua/orang dewasa.





Cara Membuat:
Ø Gunting foto lalu ditempelkan pada stick es krim.
Ø Tempelkan sebutan/nama anggota keluarga di dalam bingkai.
Ø Letakkan double tip memanjang se-ukuran stick pada bingkai di atas sebutan anggota keluarga.





Tujuan Permainan:
Ø Menstimulus kecerdasan linguistik, kinestik dan interpersonal.
Ø Melatih anak mengenal seluruh anggota keluarga.
Ø Melatih gerak otot tangan dalam menempel ke bingkai foto.
Ø Mengajak anak bercerita tentang ciri-ciri anggota keluarga.
Ø Hasil permainan bingkai foto dapat digantung di ruang tamu sebagai hiasan.






Biaya:
+/- Rp7.000,-



    3. Puzzle Ball

Usia Anak:
§  2,5 – 5 Tahun
§  Didampingi orang tua/orang dewasa.





Cara Membuat:
§  Tulis angka 1 – 5 di masing-masing kertas warna.
§ Gunting tulisan tersebut berbentuk bulat kecil dan tempelkan ke kardus telur dan bola dengan urutan acak di setiap warna. Contoh : Terdapat angka 1 – 5  di masing-masing warna kertas dan bola.
§  Letakkan bola warna secara acak di dalam keranjang/kotak.





Tujuan Permainan:
§   Menstimulus kecerdasan logika matematika dan kinestik.
§   Melatih cara berpikir serta emosi dalam menyelesaikan sebuah tantangan.
§   Memperkuat dan melatih gerak otot tangan.






Biaya:
+/- Rp25.000,- (bola warna 30 pcs)



    4. Hand Painting

Usia Anak:
-         1,5 – 5 Tahun
-         Didampingi orang tua/orang dewasa.




Cara Membuat:
-         Letakkan kardus sebagai alas.
-         Atur kertas sedemikian rupa di atas kardus.
-         Tuangkan pewarna makanan ke wadah.


Peraturan Permainan:
-           Orang tua memberi contoh dengan mencetak tangan di kertas kemudian anak mengikuti.
-           Orang tua memberi contoh membuat bulatan, kemudian anak mengikuti.
-           Kuas diberikan kepada anak dan biarkan anak berekspresi sebebas mungkin.
-           Motivasi anak dalam mencetak tangan serta membuat karya lukisan.
-    Setelah anak menyelesaikan seluruh lukisan berikan anak pelukan hangat dan ‘jempol’ untuk usaha yang dilakukan.




Tujuan Permainan:
-           Menstimulus kecerdasan kinestik, visual dan pasial.
-           Melatih gerak otot tangan.
-           Melatih anak berekspresi.


Biaya:
+/- Rp5.000,-


    5. Happy Zoo

Usia Anak:
o   2 – 5 Tahun
o   Didampingi orang tua/orang dewasa.


A. Kebun Binatang




Cara Membuat:
o   Gunting kardus menyerupai pagar besar menutupi steorofom.
o   Potong steorofom sebagai gerbang dan kursi-kursi kecil di depan gerbang.
o   Gunting karton hitam sebagai jalan aspal serta tempelkan double tip sebagai pembatas jalan.
o   Bentuk tusuk sate menyerupai kandang.
o   Tempelkan semua karakter tumbuhan dan tulisan.


B. Hewan/Binatang




Peraturan Permainan:
o    Orang tua menjelaskan karakter masing-masing binatang serta kandang/tempat tinggalnya.
o    Letakkan kebun dan binatang bersebrangan.
o Anak diminta untuk menyebutkan nama binatang kemudian mengambil serta meletakkan ke dalam kandang.
o    Motivasi anak dalam menyebutkan nama binatang sampai kepada meletakkan ke dalam kandang.
o    Setelah anak menyelesaikan seluruh tantangan berikan anak pelukan hangat dan ‘jempol’ untuk usaha yang dilakukan.






Tujuan Permainan:
o    Menstimulus kecerdasan kinestik dan naturalis.
o    Memperkenalkan anak nama-nama binatang.
o    Memperkenalkan anak suasana kebun binatang.


Biaya:
+/- Rp20.000,-


    6. Water Sponge

Usia Anak:
v 1,5 – 3 Tahun
v Didampingi orang tua/orang dewasa.





Cara Membuat:
v Letakkan kardus sebagai alas.
v Isi 1 ember dengan air dan 1 ember lagi dalam keadaan kosong.


Peraturan Permainan:
v  Anak diminta memindahkan air dengan spons ke ember kosong.
v  Motivasi anak untuk memindahkan seluruh air.
vSetelah anak menyelesaikan tantangan berikan anak pelukan hangat dan ‘jempol’ untuk usaha yang dilakukan.




Tujuan Permainan:
v  Menstimulus kecerdasan kinestik
v  Melatih gerak otot tangan.
v  Melatih kesabaran dan emosional anak.


Biaya:
+/- Rp3.000,-




    7. Colour Ball

Usia Anak:
-         2 – 5 Tahun
-         Didampingi orang tua/orang dewasa.





Cara Membuat:
-         Tutupi kaleng bekas dengan kelima warna.
-         Letakkan bola warna di dalam sebuah kotak/keranjang.





Tujuan Permainan:
-           Menstimulus kecerdasan kinestik dan intrapersonal.
-           Melatih gerak otot tangan.
-           Melatih kesabaran dan emosional anak dalam menyelesaikan tantangan.






Biaya:
+/- Rp30.000,- (Bola warna dan kertas jeruk warna)



   8. Guitalele

Usia Anak:
-         2,5 – 5 Tahun
-         Didampingi orang tua/orang dewasa.





Cara Membuat:
-         Buat pola gitar kecil di atas kardus bekas.
-    Gunting pola dan direkatkan dengan lem tembak.
-         Tutupi gitar kardus dengan kotak bekas kemasan agar kedap suara.
-    Pasang senar gitar/tali pancing.


Peraturan Permainan:
-           Dilatih bersama orang tua.
-           Anak diminta untuk memetik tali gitar dan mengikuti nada suara.
-           Motivasi anak dalam mengenal bagian gitar dan nadanya.
-    Setelah anak menyelesaikan tantangan berikan anak pelukan hangat dan ‘jempol’ untuk usaha yang dilakukan.




Tujuan Permainan:
-           Menstimulus kecerdasan kinestik dan musikal.
-           Melatih gerak otot tangan.
-           Memperkenalkan anak dengan dunia musik. 


Biaya:
+/- Rp20.000,- (Senar gitar/tali pancing)



Permainan di atas selain murah karena terbuat dari barang bekas, aman serta nyaman dilakukan di rumah. Di samping itu, permainan tersebut juga mampu melatih kecerdasan, hal ini terlihat dari beberapa kriteria, si kecil lebih unggul dibanding teman seumurannya.


Hampir semua permainan si kecil merupakan racikan sendiri karena hanya seorang Ibu mengerti mana yang terbaik untuk anaknya dan sesuai dengan kecerdasan buah hatinya. Permainan ini dimainkan si kecil setiap hari, bahkan setiap dia bermain selalu muncul ide baru untuk membuat mainan. Ibu-ibu sekalian juga dapat melakukannya di rumah (Do It Yourself).





Melatih kecerdasan si kecil setiap hari menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya. Namun, tak jarang dengan kondisi cuaca akhir-akhir ini yang kurang baik membuat si kecil mudah jatuh sakit. Ketika si kecil sakit, maka kegiatan bermain nyaman dan aman di rumah menjadi terhenti.


Pengalaman minggu lalu, si kecil mengalami panas tinggi bahkan sampai 390C. Terlihat wajahnya pucat, lemas dan tak bersemangat. Namun, sebagai Ibu saya tidak pernah merasa kuatir yang berlebihan karena sudah tersedia Tempra Syrup di kotak P3K.






Siapa yang tak kenal dengan Tempra Syrup? Tempra Syrup merupakan mahakarya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia, Tbk yang memiliki misi dedikasi pada kualitas hidup manusia lebih baik. Produknya seperti Theragran-M serta Counterpain unggul dari pesaingnya. Sama hal nya dengan Tempra Syrup yang sudah dipercaya keluarga besar saya sejak dulu.


Pengalaman saya menggunakan Tempra Syrup sebagai obat penurun panas si kecil sangat ampuh. Pertama si kecil mulai merasakan nyaman, selanjutnya panas turun dan 2 (dua) hari kemudian si kecil kembali ceria dan melakukan aktivitasnya kembali.


Rasa anggurnya disukai si kecil, sehingga tidak harus menguras tenaga untuk memberikan obat. Selain itu, kemasannya yang handy mudah dibawa kemana-mana. Sehingga, Tempra Syrup merupakan salah satu obat yang tidak pernah ketinggalan saat bepergian.





Nah,untuk kamu yang belum mengenal syrup ampuh ini, berikut saya sajikan keterangannya:


No
Tempra Syrup
Keterangan
1
Khasiat
Meredakan demam, rasa sakit dan nyeri ringan, sakit kepala dan sakit gigi, demam setelah imunisasi.
2
Kemasan
Ekslusif dengan dusbox, botol plastik dengan tutup kokoh, kemasan di segel, serta tersedia gelas takar syrup.
3
Berat Bersih/Rasa
60 ml/Anggur
4
Komposisi
 Setiap 5 ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol.
5
Dosis
ü Di bawah 2 tahun (sesuai petunjuk dokter atau gunakan Tempra Drops)
ü 2 – 3 tahun (5 ml)
ü 4 – 5 tahun (7,5 ml)
ü 6 – 8 tahun (10 ml atau gunakan Tempra Forte)
6
Diproduksi
PT Taisho Pharmaceutical Indonesia, Tbk
7
BPOM
No.Reg DBL 1124403137A1
8
Harga
Rp 41.000 – Rp 45.000 (P.Jawa & Luar P.Jawa)
9
Expired Date
Tersedia
10
Kontraindikasi
Jangan digunakan pada penderita yang menderita kerusakan hati dan alergi terhadap paracetamol.



Untuk masalah demam, panas, nyeri saya percayakan pada Tempra Syrup. Hebatnya, Tempra Syrup bebas dari alkohol serta bukan tergolong obat yang keras. Selain menyiapkan mainan yang aman dan nyaman di rumah, Ibu juga sebaiknya menyediakan Tempra Syrup dalam mendukung aktivitas si kecil karena ampuh mengatasi panas serta nyeri si kecil seketika.






Berikut penilaian saya terhadap Tempra Syrup:






Selamat berbahagia serta bermain aman dan nyaman bersama buah hati kita.

Happy Parenting


Kinata’s Mom






Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.


46 komentar:

  1. Wah telaten sekali mba, gak cuma 1 tapi 8. Keren :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mas, lumayan buat bekal anak di masa depan :)

      Hapus
  2. Melatih kecerdasan anak dari permainan yang terbuat dari barang bekas. Sungguh terpuji Mom, apalagi dapat menjaga bumi. Setuju sekali bahwa permainan anak tak harus dibeli dari toko. Berjaya nih Mom, tulisan keren. Sukses selalu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mom, mari sama-sama menjaga bumi dari barang bekas...

      Hapus
  3. Kecerdasan interpersonal yg dinilai paling menonjol untuk anakku. Dengan 8 ide permainan ini, semoga bisa menambah kecerdasan anakku di semua aspek. Dari 8 permainan ini, permainan yg sudah dicoba adalah hand printing..dan ia suka sekali...
    Thank you mom sudah berbagi.. Idenya mantap...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih dokter... Semoga anak kita menjadi masa depan yang baik buat Indonesia :)

      Hapus
  4. Yang family frame dan colour frame itu kayaknya cocok banget buat Aksa. Ini keren-keren banget lah DIY-nya, mudah dan murah pula. Thank you sudah sharing, Kak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah dicoba Mom, semoga Aksa senang. Terima kasih :)

      Hapus
  5. Mbak anggraini memang di takdirkan menjadi orang super kreatif dan telaten. Beruntungnya si kecil yang mempunyai mama kreatif...tapi bener mbak kita memang jangan menyepelekan panas si kecil karena panas yang diserang adalah otak. Sedia Tempra di rumah sangat realitis untuk pertolongan seketika bila si kecil panas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mba Yuni, saya memang dari dulu cuma kenal Tempra untuk si kecil mba hihihi

      Hapus
  6. Wahh DIY... Kalo dulu seringnya beli jadi, gak ribet hehe maklumlah dulu sibuk bekerja. Sekarang anak sudah besar, mainannya malah gadget ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya ya mba... Makasih mba Indri :)

      Hapus
  7. Noted, noted, noted! Semua DIYnya mau dicobain. Keren banget mom Anggraini. Thaks for share.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mba Melinda... Yang terbaik buat buah hati ya :)

      Hapus
  8. Inspiratif banget Nen! Jadi nggak sabar mau praktekin ke si Iyes, hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan Dea... Semoga bermanfaat :)

      Hapus
  9. huaa... seru banget permainannya ya!

    BalasHapus
  10. Wuaa si kakak pasti senang banget ya mba bisa maian mainan buatan mama. Apalagi mainanya kreatif bin muraah pula... ak senangnya...

    Iya permainan anak memamg harus disesuaikan dengan kecerdasnnya ya mb biar makin klop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mba Ira. Happy Parenting :)

      Hapus
  11. Wah banyaknya idenya.. keren nih, bisa dicoba satu-satu nanti sama Abang :D thanks for sharing mbak..

    BalasHapus
  12. lengkap sekaliii, anak-anak jadi suka dibuatin mainan sama mamanya, bisa dicontoh untuk mommy lainnya nih mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mainan edukasi sangat penting buat anak. Semangat mom...

      Hapus
  13. Waak... 8 mainan sekaligus! Kreatif banget Mbak :)
    Aku suka kalau liat anak2 main sama permainan kayak gini, apalagi mainannya DIY, soalnya sekarang anak2 banyak yg dikasih gadget sedari kecil. Biar praktis mungkin ya, tp kalau keterusan nggak baik juga sih.
    Btw, aku masih suka mainan marble maze loh Mbak, hihii...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mba Cintya... Happy Parenting :)

      Hapus
  14. keren loh mba kreatif bgt 😍 anak senang ibu juga senang krn murah meriah y mba 😁

    BalasHapus
  15. aaah kreatif banget mainan-mainannya. Hebat nih mba! aku mau bikin yang maze aja ah.
    btw itu mainan gajahnya samaan tapi punya anakku udah error kebanyakan dibanting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah selamat mencoba mom, gajah2an si kecil masih awet karena disimpan mulu hehehe

      Hapus
  16. mbak kreatif deh salut. izin noted ya mbak, buat dicontoh kalau besok dah punya anak dan suami hhehe. btw, thanks mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Muthi, makasih. Saya doakan segera punya suami ya dan si kecil :)

      Hapus
  17. wah... so creative. bisa nih aku terapin nanti kalau pulang rumah (untuk adik ku) ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mantab Mba, selamat berkreasi :)

      Hapus
  18. wah suka semua permainan DIY-nya kak, keren deh kak. Anak-anak jadi makin kreatif ya kak. Syukur sekarang ada Tempra ya kak, jadi gak kuatir anak demam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Mba, Tempra the best bangetlah :)

      Hapus
  19. Melatih kecerdasan anak dengan permainan dari barang bekas, mantab. Note buat di praktikkan di rumah.

    BalasHapus
  20. Kyaaaa kreatif banget mom, tfs n gudlak yaaa

    BalasHapus
  21. Waaaaaaa keren banget tips DIYnya kaaaaaakkkk!Nebgibspirasi banget buat bikin2 juga di rumah :)
    Salam kenal yaa....

    BalasHapus
  22. Wah kreatif sekali, butuh waktu lama kayaknya untuk bikin mainan seperti itu. Niat banget pokonya. Anak cerdas terlahir dari orang tua yang cerdas pula

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

BP

WB

KEB